Belajar Bahasa Bali

Pernahkah anda punya suatu keinginan untuk berkunjung ke Bali??

Sudah barang tentu hampir semua penduduk Indonesia sudah tidak asing lagi ingin pergi ke pulau Bali bahkan nama Bali bisa dikatakan sudah terkenal tidak di Indonesia saja tetapi keseluruh penjuru dunia.

Mungkin dibenak anda pernah terlintas,… kira-kira kalau saya ke Bali, orang Bali gimana ya??

Banyak pertanyaan yang mungkin ada dipikiran anda, :

  • Pulau Bali kayak apa ya??
  • Orang Bali gimana ya??
  • Kebudayaan Bali gimana ya??
  • Pariwisatanya Bali kayak apa sih kok bisa terkenal??
  • Ada apa saja sih di Bali?
  • Bahasa Bali kayak apa ya??
  • Bisakah saya ke Bali tanpa Bisa bahasa Bali??
  • dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan yang terlintas di benak anda.

Dalam kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk menjawab beberapa pertanyaan dari anda semua, dimana salah stunya adalah tentang bahasa bali.

BAHASA BALI, Mungkin anda berfikir bahwa bahasa Bali itu sulit,.. jawabnya IYA

Kenapa saya bisa berkata begitu??

Karena menurut pengalaman saya merantau kenegeri orang (keluar Bali) pastinya Pulau Jawa. Dibandingkan dengan belajar Bahasa Bali dengan belajar Bahasa Jawa,… bagi saya lebih sulit Berbahasa Bali karena apa??

Selama 19 Tahun saya hidup di Bali, ketika saya berkunjung kedaerah-daerah yang sudah diluar daerah saya..terdapat begitu banyak perbedaan kata dan arti dan membuat saya tidak begitu paham artinya dan mengharuskan saya bertanya kembali pada orang tersebut tentang apa yang dibicarakan.

Beda dengan bahasa Jawa yang pernah saya pelajari walaupun sesungguhnya saya ke Jawa bukan untuk Belajar Bahasa Jawa melainkan untuk mencari ilmu yang sekiranya bermanfaat kelak.

Selang waktu beberapa bulan dan tidak lebih dari 3 Bulan saya sudah hampir menguasai 60% bahasa sehari-hari orang jawa dan tidak sampai 1 tahun saya sudah mulai bisa menguasai 80% bahasa sehari-hari. Perbedaan yang ada antara daerah satu dengan daerah lainnya pun tidak begitu banyak, mungkin yang berbeda hanyalah pada nada pengucapannya saja dan kalaupun anda perbedaan kata, tdak begitu sulit untuk diterjemahkan.

Mengapa saya katakan belajar Bahasa Bali lebih Sulit dari pada belajar bahasa Jawa?? ada beberapa faktor yang menyebakan hal ini terjadi,..diantaranya :

  1. Ketika anda berkunjung ke Bali sebagai wisatawan,,… begitu anda sampai di Bali orang Bali sudah tau bahwa anda adalah Tamu dan Wisatawan dari luar Bali, maka mereka menyambut anda menggunakan bahasa Indonesia kalau anda berambut Hitam atau kira2 ciri2 anda kelihatan orang Indonesianya, dan atau mungkin anda disambut sebagai Turis mancanegara jika ciri2 anda seperti Bule, dengan tubuh tinggi, hidung mancung, kulit putih tidak bagus penuh bercak, atau bahkan hitam sekali,,hehehehe anda bisa bayangin sendiri kira2 ciri2 bule yg lainnya.
  2. Faktor kedua adalah : Selama anda berada di Bali selama itu pula anda dianggap sebagai turis dan selama itu pula anda akan berbahasa anda sendiri. Tahukah anda bahwa sebenarnya orang Bali itu sangat Baik ati semua terhadap tamu dari luar Bali. Kami sangat menghargai anda datang ke Bali, karena itu kami selalu berusaha untuk memahami berbagai bahasa orang lain yang sekiranya mungkin datang ke Bali,… dan yang lebih parah lagi,…sesama orang Bali saja kadang kami melupakan bahasa asli kami,..sebenarnya bukan lupa, tapi karena selalu ingin merasa modern cara dengan sesama saja menggunakan bahasa indonesia minimal kadang berbahasa yang sulit dipahami.hehehe
  3. Faktor ketiga adalah : begitu sulit diucapakan walaupun sesungguhnya tidak sulit dipahami. maksudnya gini, ketika seseorang sudah lama tinggal di Bali, mereka bisa paham dan tau maksud/arti dari apa yang dibicarakan orang Bali, tetapi ketika ingin mengucapkan kesulitan2 itu sangat banyak dan memang pada kenyataannya sangat sulit untuk dikatakan. Mungkin jika dibandingkan dengan bahasa inggris, lebih mudah bahasa inggris ya walaupun saya tidak bisa bahasa inggris. Sebagai contoh : Saya punya teman SMP dulu.. dia lahir di Jawa, tetapi ketika dia TK sampai lulus SMA di sekolah di Bali dan kumpulannya/temen2nya pun sebagian besar asli Bali. ketika dia diajak ngomong Bali dia ngerti dan paham maksudnya walaupun tidak ngerti betul..tapi ketika dia menjawab…selalu pakai bahasa Indonesia.. dan dia sendiri mengakuinya bahwa memang benar2 sulit walau mengerti. Dan masih banyak lagi contoh2 yang ada.

Dalam kesempatan ini saya akan mencoba untuk memperkenalkan kepada anda sedikit bahasa Bali yang sekiranya sering diucapkan dalam pergaulan sehari-hari dan siapa tahu suatu saat akan bisa berguna bagi anda ketika anda berkunjung ke Bali

Pengucapan Bahasa Bali hampir mirip dengan bahasa indonesia, bahasa Jawa dan bahkan bahasa inggris, hanya saja akhiran a pada kata2 Bali ada yang dibaca e walaupun tulisannya berakhiran a contoh :

Indonesia——–Bali ——————————–Jawa

Nasi————–Nasi——— ————————– Nasi/sego

Tangan ———–Tangan/Lima (Lime) ————————Tangan

Sepuluh ———–Dasa (dase) ——————————Sepuluh/sedoso

Sembilan ———-Sia(sie),sanga(sange) ———————-Songo

Makan ————ngajeng, medaar, merayunan, neda(nede) ——-mangan, dahar

Anda bisa melihat sedikit persamaan antara bahasa Bali dan Bahasa Jawa begitu juga Indonesia dan kata2 lainnya juga begitu.

berikut sedikit contoh kalimat sehari-hari yang biasa diucapkan antara lain:

Terima kasih–>>Matur suksma—>>Thank you

Siapa nama kamu—>>Sira pesengen ragane?—>>> What’s your name?

Anda mau kemana–>>Lunga kija?–>>Where are you going?
Kemana anda tadi–>>Kija busan?–>> Where have you been?
Apa Kabar—>>Kenken kabare?–>>How are you?
Baik-baik—>>Becik becik kemantan(kemanten)–>>I’m / everythings fine.
Saya –>>Tiang–>>I
Saya sakit–>>Tiang gelem–>> I am sick.
itu Apa??———Napi punika?/nika nike napi?/ape ento?— What is that?
Besar–Ageng–Big.
To come. Rauh, dateng, teka(teke)–datang
Delicious. Jaen—Enak
Family. Panyaman, pasa metonan, nyama/nyame– saudara
Food. Ajeng-ajengan, tetedan, dedaran — makanan
Friend. Switra, timpal—teman
To go. Lunga—pergi
Good. Becik, luung—bagus
House. Jeroan, umah, pondok, kubu—rumah
Husband/wife. Rabi, kuren, somah–suami, istri
No. Tan/ten, nenten.— tidak
Rice. Pantu, beras, ajengan, baas—beras
To sleep. Sirep sare, pules, mesare—-tidur
Small. Alit, cerik, cenik—kecil
Yes. Inggih, patut, ae, beneh—iya/benar

berhitung dalam bahasa Bali/Here are numbers in Basa Bali from 1 to 10.
1 – Eka, Siki, diri, sik, se = one
2 – Dwi, Kalih, due = two
3 – Tri, Tiga, tetelu, telu = three
4 – Catur, Pat, papat = four
5 – Panca, Lima/lime = five
6 – Sad, Nem, enem, nenem = six
7 – Sapta, Pitu, pepitu = seven
8 – Asta, Kutus = eight
9 – Sanga, Sia/sie = nine
10 – Dasa/dase = ten

Beberapa kalimat dalam bahasa Bali/Here are some sentences in Basa Bali.

Bisa basa Bali(Bise base bali?)?Bisa berbahasa bali–Do you know the Balinese language?
Sira wastan jerone?(Sire wastan jerone/Nyen adane?)–Siapakah nama kamu??–

What’s your name?
Titiange madan Nick. Sira wastan bapane? Saya Nick, kamu siapa?–My name is Nick. What is your name?
Tiang Barrie.saya barrie– I (am) Barrie.
Nick uli negara dija? Nick is from which country?
Tiang uli negara England, I (am)from England
Mara teka uli dija? (You) just came from where?
Tiang mara teka uli Ubud. I just came from Ubud.
Bapa suba makurenan? Are you already married?
Inggih. Tiang suba nganten. Yes. I am already married.
Kurenan bapane dija jani? Where is your wife now?
Ia jani di Ubud, di losman. She is now in Ubud, in the guestthouse.
Akuda bapa ngelah pianak?
How many children do you have?
Dadua-abesik luh, abesik muani. Two-one female and one male.
Bapa/Meme lakar lunga kija? Where do you want to go?
Tiang lakar ka airport. I want to go to airport.
Ada ajengan Bali ane tulen? Do you have native Balinese dishes?
Wemten-inggih! We have, indeed!
Ajengan napi sane wenten? Which dishes are they?
Wenten be guling miwah bebek betutu. There is roast pork and steamed duck.
Barrie sering sering ring Bali? Barrie are you oftten in Bali?
Titiang suba ping telu di Bali. This is my third time in Bali.
Nuju dina Pekenan di Ubud. Today its market day in Ubud.
Wenten manas? Do you have pineapple?
Aksama tiang-tusing wenten. Jero kayun biu? Kayun markisa? Pardon me-there are none. Do you want bananas, passion fruit?

Questions & Requests
1. For most questions you can simply raise your voice towards the end of the sentence. eg. Bapa bisa basa Bali. Do you know the Balinese language?
2. You may add the suffix -ke to the frist word in the sentence, which is its ‘topic’or main idea.
eg. Bapake bisa basa Bali? Are you the one who knows Balinese?
3. You may use a question word.

Apa (kasar) napi (alus) what (English)
Nyen – sira – who
Engken – encen – what / which / which one
Ane encen – sane encen – which one
Kuda – aji kuda – how much / how many
Dija – ring dija – where
Kija – lunga kija – where to
Uli dija – saking napi – where from
Nguda – ngudiang – why
Apakrama – punapi awinan – why
Kenken – sapunapi – how
Pidan – ring pidan – when (past)
Bulin pidan – malih pidan – when (future)
Nyen adane – Sira wastane – what’s (your, his, her) name.
Apa orta – napi gatrane – what’s new
Kuda – aji kuda – how much
Apa ento – napi punika – what’s that
Pukul kuda jani – pukul kuda mangkin – what time
Lakar nguda – pacang ngudiang merikat – Why do you want to go there also.

Hampir setiap kata Bahasa Bali yang berakhiran a dibaca e

Contoh :

Bahasa Bali = Bahase Bali

putra = putre

Dewa = Dewe

mula = mule (memang)

memula = memule (menanam)

Mekarya = mekarye (bekerja)

Kija = Kije (kemana)

Kuda = Kude (Berapa)

punika = punike (itu)

Suba = Sube(sudah)

Meja = meje (meja)

Penggunaan kata

Dalam bahasa Bali, dalam berbicara kita sering mempersingkat kalimat dengan menghilangkan salah satu kata dalam kalimat tersebut namun tidak mengurangi makna dari kalimat tersebut, contoh:

Lakar kije (Pak/Bu’/Bli/Mbok)?? — Mau kemana (Pak/Bu/Mas/Mbak)?

disingkat menjadi

Kije (Pak/Bu’/Bli/Mbok)

Susunan Kata

Susunan kata bahasa Bali sebagian besar sama seperti bahasa Indonesia..beda dengan bahasa inggris yang suka mebolak balikkan kata dalam kalimat.

Contoh :

mau kemana = lakar kije?

sudah makan? = sube ngajeng??(be ngajeg?)/sampun ngajeng??

sampunsudah

Sube disingkat menjadi ube/be

pergi kemana? = lunga kija? (dibaca Lunge kije?)

Hampir semua kalimat berbahasa Bali susunan katanya sama dengan bahasa Indonesia.

Sedikit dasar2 berbahasa bali sudah saya sampaikan,..selanjutnya anda cuma tinggal mencoba mempraktekkan dengan lingkungan sekitar  atau mungkin dengan orang2 yang bisa berbahasa Bali. Semoga bermanfaat

Lain waktu saya tambahkan lagi..

dsb…

Bersambung

38 Responses to “Belajar Bahasa Bali”

  1. Belajar Bahasa Bali | Blog Isteri Puas Says:

    [...] Credit:Belajar Bahasa Bali [...]

  2. Bali Says:

    semoga bermanfaat ya untuk semua…
    bali memang pantas untuk dikunjungi oleh semua orang ….

  3. kiroi Says:

    saya sedang menulis article tentang Bahasa Bali.
    bisa tlg bantu saya g?
    saya butuh penjelasan lebih lanjut tentang bahassa bali alus,bali madya dan bali kasar.
    plus contoh kata2nya secara lengkap.
    soalnya saya udah coba browsing ke berbagai situs dan hasilnya kurang memuaskan.

  4. poetoe Says:

    Bahasa bali madya dengan bahas Bali halus hampir ada kemiripan kadang juga ada yg sama. Untuk penggunaannya, biasanya menyesuaikan dengan situasi (Tempat & siapa). Tempat disini artikan tempat kita berbicara, suatu misal di tempat2 suci, seperti Pura, griya (tempat sulinggih), tidak terkecuali juga tempat umum dimana kita tidak saling kenal. Sedangkan “dengan siapa kita berbicara” kita artikan orang2 lawan berbicara kita misal, orang yang lebih tua, orang yang memiliki jabatan lebih tinggi, golongan(brahma = pemangku, sulinggih, petinggi desa,keturunan gusti, agung,dll),orang yang tidak kita kenal juga biasanya kita lebih menggunakan bahasa madya/halus. Untuk bahasa Bali kasar, biasanya digunakan dalam pergaulan(situasi tidak resmi), sesama golongan sudra. Saat ini hampir sama penggunaan Bali madya/halus & kasar, karena pergaulan sekarang baik dari keturunan Gusti/agung kadang untuk memudahkan adaptasi bergaul hampir sebagian besar menggunakan bahasa bali madya + bali kasar.

    Contoh:

    Bali halus :
    Sampun merayunan ?? = sudah makan??
    sampun =sudah

    Bali madya/halus :
    Sampun ngajeng? =sudah makan ??
    sampun = sudah

    Bali kasar :
    Sube medaar ? = sudah makan ??
    be = sudah

    Sedikit penjelasan dari saya, sekiranya ada yang salah ucap mohon maaf. kami tunggu tambahan dari rekan2 sekalian. thx

  5. kiroi Says:

    matur suksma bli…
    pi bisa ditambah lagi g contoh2 katanya, biar lebih banyak gitu hehe…
    oia, saya pernah baca di suatu article yang mengatakan bahwa pada tahun XXXX bahasa bali akan segera punah,apa benar semiris itu kenyataannya?
    trus, apa sekolah2 di bali memasukkan pelajaran Bahasa Bali,seperti di jawa yang mengajarkan honocoroko dan bahasa jawa disekolah?
    mohon bantuannya ya…

  6. poetoe Says:

    ok sama2.. oh ya sebelumnya kalo boleh tahu anda asli mana??
    saya juga pernah baca apa yg anda katakan… bahasa bali dalam 1 generasi diprediksikan akan punah karena efek dari pergaulan yang semakin kearah kemoderen seperti penggunaan bahasanya dan itupun kalo dinilai dari pergaulan anak muda2nya khususnya kaum wanitanya,… Kalau dari pihak laki2 mungkin tidak sebegitu parah ya… dan lagipula tidak selamanya anak muda itu muda selamanya..begitu memasuki usia tua mereka pasti akan kembali kekodratnya sebagai orang bali asli yang akan selalu bangga bahwa dirinya adalah orang bali. namun itu hanya prediksi saja… Untuk sekolah2 sendiri saat ini, dari SD sampai SLTP/SMP ada pelajaran bahasa bali/daerah… sama seperti dijawa…thx

  7. rere Says:

    om suastiastu …
    beli aku pengen banget bisa bahasa bali coz aku sering smsan sama nak sana

    beli kalau bahasa balinya
    “malam kak lagi ngapain ini,sudah makan belum,kak di skulku kakak terkenal lho,thn kemaren foto kakak ada di majalah skul,trus nama kakak juga ada di majalah skulku edisi kemaren” beli tolong ya coz aku penge smsan ma orang bali pake bhs.bali,oh ya beli tolong pake bhs.bali yang halus ya,,, matur suksma…

  8. poetoe Says:

    thx atas kunjungannya rere, btw rere nak mana mangnya???

  9. poetoe Says:

    Untuk rere, kurang lebihnya seperti ini “rahajeng wengi bli, pnapi gatrane? Kari ngudiang mangkin? Bli sampun ngajeng? Ring skolah tiang bli sampun sami uning, wireh warsa sane sampun lintang gambar bline wenten ring majalah sekolah tiange. Usan sapunika, bli wenten malih ring majalah skolah tiange ring edisi sane wau lintang.” kurang lebihnya nunas gengrenesinampura,…

  10. rere Says:

    om swastiastu……….
    rere nak kediri jawa timur……..
    makasih ya udah di bantuin bahasa bali..
    kalau beli sendiri nak mana,maksudnya bali bag mana………..

  11. rere Says:

    beli kalau mau ngucapin
    met pagi…………
    met siang………..
    met malam……..
    met tidur……..
    bahasa balinya apa beli…
    matur suksma..!!!!!!!!!!!

  12. rere Says:

    om swastiastu..
    ouch ya beli di bali kan da kasta trus nama orang sana kan juga berdasar kasta ya beli… tolong dong beli kasi penjelasan tentang ini,maksudnya dr kasta brahmana,ksatri,wasya ma sudra, tu namanya gimana sich beli…….

    jujur ya beli rere tu kagum banget sama orang bali,koko bisa ya mempertahanin budayanya,padahal disana tu banyak warga asing yang berkunjug k sana tpi budayanya masih kuat bgt,, rere tu kagum bgt wktu k bali 2 bulan lalu rere sampe g bisa lupain…….. dari orangnya yang sopan,trus pas rere lewat depan sekolah tu dfisana di ajar tari,padahal disini rere jarang liat skul yang ngjarin siswanya tari,, pokoknya di mata rere bali emang keren bgt,, beatiful place…….!!!!!!!!!

  13. arekbali Says:

    Buat rere thx ya atas kunjungannya ke arekbali.co.cc menanggapi begitu banyaknya pertanyaan dari rere, saya akan berusaha untuk menjawabnya ya walau banyak kekurangannya..

    Saya asli bali, tepatnya Kabupaten Jembrana kabupaten paling barat provinsi Bali, dekat dengan pelabuhan Gilimanuk kira2 18 km ketimur dari pelabuhan.

    bahasa bali :

    met pagi………… : rahajeng semeng
    met siang……….: rahajeng siang
    met malam……..: rahajeng wengi
    met tidur……..: rahajeng sirep

    Pengertian singkat kasta :

    Om Swastyastu,
    Namaste,

    Tulisan ini sebagian bersumber dari Encyclopedia Americana :

    Kasta, aslinya berasal dari bahasa Portugis : CASTA (dalam bahasa Inggris : Caste) yang artinya kelompok, kelas sosial, jenis tertentu karena kelahiran. Kata itu pertama kali digunakan oleh orang-orang Portugis yang menjelajah dunia, kemudian menemukan sistem sosial yang berkelompok dan berjenjang di India. Struktur Kasta zaman dahulu di India (juga di Bali tempo doeloe) diorganisir dengan ketat, melalui berbagai peraturan yang menyangkut : pemberian nama
    dan gelar status sosial, perkawinan, warisan, wilayah kekuasaan, mata pencaharian, kewenangan dalam pemerintahan, dan hak memanfaatkan tenaga kerja (rakyat) yang ada dalam wilayah kekuasaannya. Casta yang berasal dari India, kemudian ditiru secara luas di Eropa.

    Seorang Proffesor dari Patna University, India : Narmadeshwar Prasad mengatakan bahwa sistim Casta di India adalah modifikasi dari Varna yang ada dalam kitab suci Veda, namun modifikasi itu lebih ditujukan pada kepentingan kelompok status quo untuk mempertahankan eksistensinya turun temurun (statis).
    Uniknya, sistim kasta tidak hanya terwujud di masyarakat Hindu – India saja, tetapi juga pada kelompok : Muslims, Christians, dan Sikhs. Di kelompok Muslim, sistim Kasta berbentuk kelompok-kelompok : Sayid, Sheikh, Pathan dan Momin. Di kelompok Christians : Chaldean Syrians, Jacobite Syrians, Latin Catolics, Marthomite Syrians, dan Syrians catolics.

    Sistim Kasta di India dan juga di bagian dunia yang lain (termasuk Indonesia/Bali) memudar karena :
    1. Perkembangan Industrialisasi yang meninggalkan sistim ekonomi Agraris. Dalam ekonomi yang bertumpu pada sektor Agraris, peranan The Land Lords yang nota bene kaum bangsawan, sangat dominan. Dengan Industrialisasi, maka peranan tuan tanah pada kehidupan rakyat hilang. Dalam ekonomi Industri,
    kekuasaan ada pada kapital dan penguasaan Iptek.

    2. Perubahan bentuk pemerintahan dari Kerajaan ke Republik karena adanya revolusi-revolusi yang dipelopori oleh Perancis dan Rusia sehingga hak-hak istimewa kaum bangsawan hilang.

    3. Perkembangan Iptek dan kecerdasan bangsa untuk berpikir rasional.

    KASTA DI BALI ?

    Melihat dari unsur-unsur Casta di atas, maka apa yang dinamakan Kasta di Bali, itu SEBENARNYA SUDAH TIDAK ADA, karena :
    1. Basic Casta yang pertama yaitu : Religious-mythical, antara lain yang menganggap bahwa Raja adalah keturunan Dewa, yang dahulu di Bali disebut sebagai Ida Bhatara Dewa Agung, sudah TIDAK ADA.

    2. Basic Casta yang kedua : Economic-Political, yang diperankan oleh kelompok Status-Quo (kaum bangsawan/tri wangsa) sudah TIDAK ADA.

    Namun demikian, exclusiefism Caste di Bali masih kadang-kadang muncul kepermukaan berbentuk masalah-masalah adat antara lain :
    1. Asu mundung, ngelangkahin karang hulu, pati wangi.
    2. Kasus Tri Sadaka vs. Sarwa Sadaka
    3. Dharmopadesa, dll

    MENURUT PENDAPAT SAYA PRIBADI itu adalah bentuk-bentuk : PSEUDONYMOUS CASTE atau dengan bahasa Indonesia : Kasta yang fiktif. Saya sebut demikian karena kedua unsur pokok yang disebutkan di atas yaitu Religious-mythical dan Economic-political sudah tidak ada.

    Memang benar, di Bali di era tujuh puluhan/delapan puluhan, gejala-gejala menegakkan kembali Economic-political ada sedikit menonjol misalnya Bupati-Bupati di Bali hampir semuanya dari kelompok Tjokorda, Anak Agung, Ida Bagus, bahkan juga Gubernurnya masih Ida Bagus, sampai-sampai para Camat banyak yang golongan I.B alias Ida Bagus. Tetapi sekarang, contoh yang sangat mencengangkan adalah Kabupaten Klungkung, baru pertama kali Bupatinya orang
    tanpa titel kebangsawanan. Nanti, setelah PILKADA, kemungkinan pejabat-pejabat teras di Bali sudah diduduki oleh mereka yang tanpa embel-embel titel
    kebangsawanan.

    Walaupun sudah dalam bentuk Pseudonymous, Kasta di Bali masih mempunyai dampak sosial negatif yang kalau tidak hati-hati menanganinya, bisa menimbulkan
    konflik. Kapankah Bali 100% bebas dari Casta stelsel, saya serahkan sepenuhnya kepada anda untuk berdiskusi (tapi yang kalem-kalem aza, jangan emosi !)

    “Jele melah gumi gelah” (Jelek atau bagus, toh tanah airku)

    Saya(arekbali) pribadi menanggapi kasta itu sebenarnya adalah warna/golongan pekerjaan dimana pada hindu itu sendiri memiliki catur warna kehidupan manusia menurut profesinya : jadi tidak bisa orang itu dikatakan sekeluarga seorang brahmana, ksatria, waisya & sudra. Contoh : Jika dia berprofesi sebagai seorang pemangku/sulinggih/pemuka agama/petinggi agama dipura atau masyarakat maka dia berprofesi sebagai brahmana, jika dia punya anak dan anak tersebut menjadi seorang polisi maka si anak berprofesi menjadi ksatria dan jika anak kedua menjadi kuli/srabutan maka dia(anak ke-2) sebagai sudra. jadi dalam keluarga bisa terdapt banyak warna/golongan. Bisa saja dia keturunan Brahmana(bapak) + sudra(ibu). Sekarang hal semacam itu sudah jarang kelihatan dalam kehidupan karna g jarang juga berbagai keturunan brahmana yg terjun langsung kemasyarakat dan membaur dalam aktifitas berbagai warna/golongan. Tapi kita yg tau akan asal usul keturunan mereka kita tetap menghormati mereka. masih banyak buku yg perlu dipelajari agar semua bisa jelas dalam silsilah kehidupan Hindu terutama diBali, karna Hindu diBali dan didaerah lain tidak semua sama silsilah kehidupannya. Bth RERE Hindu apa bukan??? Sedikit yg bisa arekbali sampaikan, semoga bermanfaat, kurang lebihnya mohon maaf yg sebesar2nya.

    Om Santi, santi, santi, Om
    Saadar Pranaam
    Bhagawan Dwija
    arekbali

    sumber:
    milis HDnet
    iloveblue

  14. arekbali Says:

    Mengapa masyarakat bali bisa mempertahankan kebudayaan yg ada walaupun begitu banyak ada warna pendatang ke Bali ???

    Karena, dibali sebagai masyarakat kita memiliki system gotong royong, dimana kami memiliki banyak system adat, salah satunya menjadi krama adat dibaca krame adat = anggota daerah(t4 tinggal), dan setiap kk diwajibkan menjadi krame jika sudah menikah dimasing2 daerah, karena segala sesuatunya nantinya adat/banjar yg akan menanganinya mulai dari kelahiran, kehidupan sampai kematian… jadi semua tata kehidupan sudah ada awig2nya dimasing2 daerah diluar hukum nasional negara/hukum pemerintahan global. Dan awig/hukum tersebut sifatnya mengikat dan membutuhkan proses panjang untuk menjadi ataupun untuk berhenti menjadi krama dalam awig tsb. Itu sebabnya kenapa krama dibali tidak mudah terpecah belah seperti daerah lain. kata orang bijak ” masyarakat Bali cinta damai dan bali sorganya kedamaian”

  15. rere Says:

    om suastiastu……..

    matur suksma beli atas penjelasannya,rere anak muslim.ouch jadi kasta sendiri sudah hampir g da,tapi emangnya kasta apa bukan ajaran dari agama hindu itu sendiri beli……

  16. rere Says:

    om suastiastu…

    beli trus masalah tata nama di bali menurut kasta itu gimana,,

  17. arekbali Says:

    Ia memang benar kalau kasta itu merupakan ajaran agama hindu tetapi bukan kasta namanya, melainkan catur warna/Golongan seseorang dilihat dari pekerjaannya.

  18. rere Says:

    om suastiastu………

    beli rere mo nulis artikel tentang budaya bali nech beli bantuin rere ya……..

    beli tolong dung jelasin tentang budaya2 di sana yang beli ketahui,and tata nama orang bli juga ya beli.

    matur suksma……..

  19. arekbali Says:

    Wah kalo budaya bali kamu harus banyak baca buku Hindu Bali mulai manusia itu dalam kandungan sampai akhirnya manusia itu menjadi yang suci… Maka semua pertanyaan kamu pasti terjawab… karena manusia khususnya hindu itu memiliki budaya yang g lepas dari kehidupan manusia itu sendiri mulai dari berupa air dalam janin sampai akhirnya kembali menjadi air..q g tau banyak tentang hal itu,.. takutnya salah tulis.. mending kamu baca2 di http://id.wikipedia.org/ mungkin disana kamu bisa mendapat banyak hal yg akan kamu angkat dalam artikel kamu..

  20. rere Says:

    ouch kalau gitu rere akan coba nyari beli, makasih ya beli atas bantuannya,,,,,,,,

  21. poetoe Says:

    ok deh…… thx kunjungannya

  22. dewa Says:

    Kalau nenggel, nyamplir, bunsil nyuh, apa bahasa indonesianya ?

  23. rere Says:

    om suastiastu……

    beli rere pengen tahu kenapa ya orang bali kalau buat ukuran pintu masuk rumah pake langkah kaki pemiliknya soalnya rere pernah dengar seperti itu beli,,, ouch ya beli kasi tahu rere dunkz kapan saat-saat hari besar orang hindu di bali,soalnya rere punya teman anak sana beli jadi rere pngen ngucapin gitu loch beli,,,,,,, matur suksma beli

  24. putau Says:

    nenggel : ninggil
    Nyaplir : mengsle
    bungsil nyuh : degan nom (heheheh)

    beh wak ngetes rage ne… sing ade dikamus tow….

  25. putau Says:

    Hari Raya agama Hindu berdasarkan Kalender Bali

    1. Hari Raya Galungan (Hari Rabu Kliwon Wuku Dungulan, dirayakan 2x dalam 1 tahun)
    2. Hari Raya Kuningan (Hari Sabtu Kliwon Wuku Kuningan, dirayakan 2x dalam 1 tahun)
    3. Hari Raya Saraswati (Hari Sabtu Umanis/Legi Wuku Watugunung, dirayakan 2x dalam 1 tahun)
    4. Hari Raya Banyupinaruh (Hari Minggu Pahing Wuku Sinta, dirayakan 2x dalam 1 tahun sehari sesudah Hari Saraswati)
    5. Hari Raya Pagerwesi (Hari Rabu Kliwon Wuku Sinta, dirayakan 2x dalam 1 tahun, 4 hari sesudah hari Saraswati)

    Selain hari raya keagamaan diatas, di Bali pada hari tertentu juga umat Hindu melakukan upacara persembahan, seperti pada Purnama, Tilem (bulan mati), Kajeng Kliwon.

  26. dewa Says:

    hari raya Hindu itu pada dasarnya ada yang berdasarkan pawukon (wuku) / minggu dalam kalender Bali “seperti diantaranya yg disebutkan boss arekbali (putau)”, ada juga berdasarkan sasih / tanggal dalam kalender Hindu Bali / tahun saka seperti hari raya Nyepi jatuh pada penanggal ping pisan sasih kedasa / atau tanggal 1 bulan ke sepuluh biasa jatuh sekitar bulan April tahun masehi…
    ada juga yg jatuhnya 1 hari sebelum bulan mati (tilem) yg ke 7 (purwaning tilem kepitu) = hari raya Siwaratri…
    dimana kalender masehi dan kalender saka berbeda jumlah hari dalam bulan kalender saka = 35 hari, dan wuku/minggu ada 30 minggu…sehingga kalau dilihat dari kalender masehi jatuhnya hari raya tidak tetap pd tgl yg sama. ada yg 6 bulan se X dan ada juga yg 1 tahun 1 x.
    ho ho.. ho…

  27. poetoe Says:

    hoho… hahahha mare rage nu ngalih2in info ne jelas dan ink pelih puk.. hahah be wak malunan nah2 thx… ugase ne penjelasan tgl jak harine ink ade makane ink upload rage hahahahha

  28. dewa Says:

    YA BRO SORY UDA LANCANG CUMA MAU BANTUIN…he he he, soalx bro uda banyak membantu saya.
    buat RERE : kalau mau tahu hari raya Umat Hindu Bali alangkah baiknya untuk membeli Kalender Bali saja (mungkin arecbali punya tuh)…Sip dan Praktis…soalnya ga muat kalau dijelasin semua.

    buat arecbali : bro blog ku kayaknya uda mulai berat. coba visit balik…dan komentar…

  29. poetoe Says:

    hahahah gpp… sip dah membantu… grung grung grung….. segera meluncur ke blog loe…

  30. dewa Says:

    makasi sudah berkunjung, bro ga bosan saya komentari terus ni…kwak kwak kwak moga betah…ho o ho ho

  31. poetoe Says:

    gagaggagagagagga ho ho… jeg wak gen be ne ngeramenin nok.. sing ade ne len :D hahahahah

  32. dewa Says:

    bro…sory baru mampir lagi untuk kesekian kalinya….ibi (beberapa hari lalu)saya belajar bikin virus…mumpung dapat mesin pembuatnya…eh malah kena sendiri…langsung blank…ni. komputer jadul banget…mencari instalan VGA nya ga dapet…malas lagi mau bongkar lihat merknya, jadi sampai sekarang ga keinstal….punya link khusus download VGA dari jaman dahulu sampai sekarang ga?

  33. poetoe Says:

    ada bos tenang aja… download aja di http://www.google.com... =)) :D

  34. dewa Says:

    hmmm…mbah google lagi ni?

  35. poetoe Says:

    wakakakakka…. guru terpintar dijagat raya… hehehehhe

  36. dewa Says:

    sudah baca 50 kesalahan dalam membuat blog…..salah satunya jangan terlalu sering mengganti tema, :) berbicara mengenai tema, tema dari arekbali semakin keren aja….mantap mohon dipertahankan …… :(

  37. oetoep Says:

    wakakakakkakakaka bis egen wak ne brow…… aman ditu ??


Leave a Reply