Jimbarwana Network

J-Net adalah singkatan dari Jimbarwana Networking (Jaringan yang mengintegrasikan Kecamatan, desa-desa, sekolah dll se-Kabupaten Jembrana di Bidang Teknologi Informasi Komunikasi), dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan menuju ketata Pemerintahan yang baik (Good Governance), peningkatan kualitas pendidikan (E-Learning), dan pemasyarakatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi kepada kalangan masyarakat (E-People).

Tujuan :

  • Meningkatkan efektifitas pelaksanaan pemerintahan di daerah baik DPRD maupun Eksekutif melalui komunikasi timbal balik secara lebih cepat.
  • Peningkatan kwalitas pelayanan masyarakat melalui komputerisasi administrasi pemerintahan di tingkat Kecamatan, Desa dan Kelurahan (31 Jenis Surat Keterangan).
  • Memacu peningkatan kesejatraan masyarakat pada semua lapisan melalui akses jaringan internet yang dapat menjadi perangsang tumbuhnya simpul simpul ekonomi baru di pelosok desa.
  • Meningkatkan kualitas intelektual anak didik melalui akses internet (Jaringan Pendidikan Nasional) yang memungkinkan bagi pembelajaran elektronik.
  • Penggunaan Perangkat Lunak (Software) Legal (UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2002) dalam mendukung administrasi Pemerintahan Kabupaten Jembrana.
  • Meniadakan kesenjangan digital (Digital Devide) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Jembrana.

Sasaran :

Tersedianya sumberdaya manusia dilingkungan Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Kabupaten Jembrana yang mampu mengoperasikan dan mempergunakan aplikasi-aplikasi yang telah disediakan dalam rangka peningkatan kwalitas pelayanan terhadap masyarakat serta Penggunaan aplikasi-aplikasi open sources dalam Pemerintahan kabupaten Jembrana.

Jimbarwana Transport

Pelayanan umum dibidang transportasi (Jimbarwana Transport) ini bertujuan untuk :

  1. Melayani Aktivitas masyarakat yang bepergian pada malam hari.
  2. Mendidik masyarakat agar tertib waktu dalam menggunakan angkutan umum.
  3. Memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jembrana.

Bus yang disediakan untuk pelayanan ini sebanyak 4 buah dengan route hanya melalui jalan Arteri dengan melewati 131 buah pemberhentian. Pemberhentian (Halto) 1 berada di Jalan Ngurah Rai depan SMA Negeri 1 Negara, berangkat ke arah timur sampai pasar Pekutatan dan kembali ke arah barat sampai pasar Melaya dan kembali ke arah timur menuju Pemeberhentian terakhir yang berada di jalan PB Sudirman, depan Pengadilan Negeri. Di setiap pemberhentian, bus akan behenti maksimal selama 2 menit.

Bus pelayanan umum ini dilengkapi dengan fasilitas AC dan DVD player, beroperasi mulai pukul 18.00 wita sampai pukul 23.00 wita. Harga tiket antar kecamatan hanya Rp. 1.000,-. Pemerintah tidak bermaksud mencari keuntungan dari program ini, melainkan lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

reff: jembranaweb

Ambulan Gratis

Progam ambulan gratis ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melayani masyarakat jembrana yang memerlukan angkutan apabila mengalami musibah (sakit), sehingga masyarakat yang mengalami musibah (sakit) tidak terlambat mendapat pertolongan. Kendaraan Ambulan yang disediakan Pemkab akan siaga selama 24 jam.

Permohonan pelayanan Ambulan Gratis dapat dilakukan dengan menghubungi :

  1. SATPOL PP nomor telepon (0355) 41005 untuk menjemput penderita ke rumah untuk mengantarkan ke RSUD Negara tanpa dipungut bayaran atau
  2. Puskesmas terdekat yaitu :
    1. Puskesmas Gilimanuk, telp. (0365) 61011
    2. Puskesmas Melaya, telp. (0365) 42125
    3. Puskesmas Kaliakah, telp. (0365) 44192
    4. Puskesmas Dangin Tukadaya, telp. (0365) 40018
    5. Puskesmas Mendoyo, telp. (0365) 42610
    6. Puskesmas Pekutatan, telp. (0365) 40512
  3. Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial kabupaten Jembrana Telp Nomor (0365) 41210 EXT 3315 atau HP No. 081 557 21626 atau HP No. 081 805 526 019.

reff: Jembranaweb

KTP Gratis dan Asuransi Jiwa

Progam KTP Gratis dan Asuransi Jiwa dilatar belakangi oleh masih banyakanya penduduk Kabupaten Jembrana yang merupakan wajib memiliki KTP tetapi belum memiliki KTP, maupun penduduk yang Kartu Tanda Penduduknya sudah mati tetapi tidak melakukan perpanjangan masa berlaku KTP. Untuk merangsang minat masyarakat untuk memiliki identitas diri yaitu KTP tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Jembrana mengeluarkan kebijakan Pembebasan Biaya Pembuatan KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau yang dikenal dengan program KTP Gratis.

Disamping pembebasan biaya pembuatan KTP (Kartu Tanda Penduduk), Pemerintah Kabupaten Jembrana juga mengeluarkan program Asuransi Jiwa, dimana penduduk Jembrana yang memiliki KTP apabila mengalami musibah akan mendapatkan santunan (asuransi).

Dengan adanya kebijakan (program inovasi) ini diharapkan kepemilikan KTP (Kartu Tanda Penduduk) di Kabupaten Jembrana akan meningkat karena penduduk merasa tidak terbebani biaya pembuatan KTP dan mendapat santunan asuransi bila mengalami musibah kematian. Dengan meningkatnya kepemilikan identitas penduduk maka akan memudahkan pemerintah dalam hal pendataan ataupun pengaturan masalah-masalah yang berkaitan dengan kependudukan.

reff : jembranaweb

back to top

Parkir Kota Denpasar

Parkir Masalah UtamaDENPASAR yang dikenal sebagai kota metropolitan memiliki potensi konflik, termasuk permasalahan sosial yang terbuka. Buktinya, memasuki usianya yang ke-16, Warga Denpasar tetap mengeluhkan pelayanan publik pada sektor-sektor tertentu. Berdasarkan hasil jajak pendapat Bali Post terhadap 500 warga Denpasar yang disurvei melalui telepon, warga Denpasar umumnya masih mengeluhkan pelayanan parkir, kesehatan dan transportasi. Warga juga menuding kehadiran PD Parkir gagal mengatasi masalah perparkiran. Lembaga ini dinilai lebih dominan begerak pada retribusi (pungutan) ketimbang pengaturan perparkiran, termasuk membangun budaya tertib parkir.

Tingginya keluhan warga Denpasar ini tercermin dari hasil survei. Ketika diajukan pertanyaan masalah apa yang perlu mendapat perhatian di Kota Denpasar? Umumnya warga Denpasar meminta Pemkot Denpasar lebih serius menata masalah perparkiran. Warga mengaku kecewa dalam pelayanan PD Parkir. Dari 500 responden yang disurvei, ada 185 orang atau 37 persen warga Denpasar menjawab masalah perparkiran merupakan masalah paling krusial yang perlu mendapat perhatian.

Masih tingginya keluhan dalam hal penataan parkir karena warga menganggap pengelola PD Parkir gagal mengemban misi lembaga ini. PD Parkir dinilai sebagai institusi yang berorientasi provit, bukan sebagai lembaga yang bisa mensosialisasikan budaya tertib parkir. PD Parkir diminta melakukan terobosan-terobosan untuk membudayakan tertib parkir, bukan terus membidik ruas jalan raya untuk objek parkir.

Masyarakat menilai toleransi parkir di badan jalan telah membuat arus lalu lintas terganggu. Umumnya responden meminta PD Parkir membuat sentra-sentra parkir, bukan melakukan pungutan atas toleransi parkir di badan jalan. Warga juga meminta Dinas Perhubungan lebih serius melakukan penataan jalur lalu lintas, dengan menindak pelaku pelanggar larangan parkir.

Selebihnya dalam urusan pelayanan publik di bidang kesehatan dan tranportasi, sebanyak 85 orang atau 17 persen warga Denpasar masih mengaku kecewa. Hal serupa juga terjadi dalam hal penataan lingkungan. Tercatat ada 85 orang atau 17 persen dari 500 responden yang meminta Pemkot Denpasar lebih intensif melakukan pengawalan tata ruang. Warga umumnya berharap Pemkot Denpasar segera membatasi izin investasi rakus lahan dan padat tenaga kerja di pusat-pusat kota.

Sementara dalam hal penataan pasar tradisional di Denpasar hanya 60 orang atau 12 persen responden yang mengaku masih kecewa. Mereka umumnya meminta terus dilakukan perbaikan, umumnya menyakut kebersihan pasar dan jaminan keamanan transaksi di pasar tradisional.

Rakyat Kecil

Responden yang umumnya mahasiswa/pelajar serta pekerja di sektor nonformal dalam banyak hal juga mengaku salut atas terobosan Pemkot Denpasar. Ketika diajukan pertanyaan apakah Pemkot Denpasar telah memperhatikan rakyat kecil? Jawaban dominan yang disampaikan responden adalah sudah. Dari 500 orang yang disurvei, tercacat 305 orang atau 61 persen yang mengaku sudah terbangun kepedulian Pemkot Denpasar kepada masyarakat kecil. Ini ditandai dengan program Kredit Tanpa Agunan (KTA), beasiswa bagi siswa keluarga miskin, termasuk dibuatnya akses-akses pasar bagi para perajin.

Namun, warga yang mengaku belum melihat ada terobosan yang serius dalam hal kepedulian rakyat kecil juga relatif masih tinggi. Tercatat ada 145 warga atau 29 persen dari 500 responden yang berada dalam posisi ini. Mereka beralasan terobosan yang digulirkan pemkot dalam membantu rakyat kecil baru dinikmati segelintir orang saja. Mereka meminta benar-benar ada survei dan pemetaan terhadap permasalahan warga Denpasar. Sedangkan responden lainnya yakni 50 orang atau 10 persen mengaku tidak tahu-menahu dengan kebijakan pemerintah kota. (Pusat Data Bali Post)

Reff : BaliPost

(Bali) Kader PDI- P perjuangkan Dana pendidikan

Kader PDI-P agar Perjuangkan 20 Persen Dana Pendidikan. Komitmen Gubernur Bali Mangku Pastika (gubernur Bali 2008-2014) untuk menganggarkan 20 persen APBD 2009 untuk sektor pendidikan, disambut Ketua DPD PDI-P Bali AA Ngr. Oka Ratmadi. Mantan Bupati Badung ini menyambut positif komitmen Gubernur Bali tersebut.

Katanya, tekad menganggarkan 20 persen APBD untuk sektor pendidikan mencerminkan bahwa Mangku Pastika telah memiliki komitmen politik yang kuat sekaligus memahami bahwa pendidikan merupakan sektor prioritas yang harus dimajukan di Bali. Hal ini juga mencerminkan bahwa dia telah mulai merealisasikan janjinya pada saat kampanye pemilihan gubernur Bali yang lalu. Lalu, apa harapan Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi kepada kader PDI-P yang duduk di legislatif maupun eksekutif di provinsi, kabupaten/kota di Bali?

COK RAT, sapaan akrab AA Ngr. Oka Ratmadi, menyambut baik tekad Gubernur Bali menganggarkan sektor pendidikan 20 persen. Selain menjalankan amanat undang-undang, hal itu juga sejalan dengan kebutuhan rakyat akan pendidikan yang murah namun kualitasnya tetap terjaga.

Untuk mendukung rencana tersebut, Cok Rat menginstruksikan kepada pimpinan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali untuk memberi dukungan penuh terhadap usulan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dalam RAPBD 2009.

Selain itu, ia juga menginstruksikan kepada pimpinan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD kabupaten/kota di Bali serta bupati/wali kota terutama kader PDI Perjuangan untuk memperjuangkan alokasi anggaran pendidikan 20% dalam RAPBD 2009 di masing-masing daerahnya.

Kata dia, tidak ada alasan lagi untuk menghindar bagi para eksekutif dan legislatif di Bali, baik di pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, mengingat RAPBN 2009 telah mengalokasikan anggaran pendidikan 20% sesuai amanat konstitusi. Kalau RAPBD 2009 provinsi dan RAPBD 2009 kabupaten/kota di Bali anggaran pendidikannya tidak mencapai 20%, maka seperti yang dilakukan di pusat, RAPBD bisa digugat oleh LSM dan masyarakat, sehingga berisiko secara politik dan hukum.

Dengan anggaran pendidikan yang besar dalam APBD, kata Ratmadi yang juga mantan Bupati Badung ini, maka anggaran tersebut akan dapat dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan guru (PNS maupun non-PNS), memperbaiki sekolah yang rusak, dan membantu masyarakat miskin agar mereka terjamin memperoleh layanan pendidikan yang layak.

Sebagai partai yang ideologinya berpihak kepada wong cilik, maka semua kader PDI-P harus berjuang dengan serius untuk memenuhi kebutuhan rakyat dalam bidang pendidikan supaya Bali memiliki sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu membangun bangsanya ke depan. Untuk itu, DPD PDI Perjuangan Bali akan mengadakan rapat koordinasi dengan mengundang kader-kader partai yang duduk di eksekutif maupun legislatif di seluruh Bali agar mempunyai pemahaman dan langkah yang sama dalam memperjuangkan anggaran pendidikan 20% dalam RAPBD 2009.

‘Ini sangat penting dan bukan main-main. Mengingat pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah guna menyejahterakan rakyat,’ kata Cok Rat serius. (kmb)

Reff : BaliPost

Eksekusi Terpidana Mati Bom Bali Bisa Terhambat

Hukuman mati bagi Amrozi bin H. Nurhasyim, Ali Ghufron, dan Imam Samudera, tiga orang eksekutor bom Bali 12 Oktober 2002, menunggu waktu, setelah Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang mereka ajukan. Seperti yang disampaikan Jaksa Agung Hendarman Soepandji, eksekusi terhadap Amrozi belum akan dilakukan sampai ada keputusan terhadap grasi yang diajukan tim penasehat hukumnya. Terlepas dari kapan eksekusi dilakukan, penolakan MA atas permohonan PK tetap mendapat tempat di media massa Australia.

Dua Sisi
Dalam perkara hukuman mati, publik di Australia berada di persimpangan jalan. Di satu sisi Koalisi Partai Liberal-Nasional yang kini berkuasa maupun Partai Buruh Australia (ALP), secara resmi menentang hukuman mati. Namun di sisi lain negeri itu telah kehilangan 88 orang warganya, sehingga terhadap kasus Bom Bali 2002, kedua kekuatan utama di Australia tampak mendukung penuh keputusan pengadilan Indonesia.

Perdana Menteri John Howard termasuk pejabat pemerintah yang mendukung rakyatnya yang pro-hukuman mati bagi Amrozi Cs. Rahmad Nasution dalam “Amrozi dan Inskonsistensi Australia pada Hukuman Mati” (Antara, 30/9/07) menceritakan bahwa menjelang rencana eksekusi bagi Amrozi pada 22 Agustus 2006, akhirnya ditunda karena kuasa hukummya mengajukan peninjauan kembali (PK), yang belakangan ditolak MA pada 18 September 2007.

PM Howard pun ikut meramaikan perdebatan publik di media massa negara itu. “Saya tahu banyak orang Australia yang percaya bahwa hukuman mati itu tepat dan mereka bukan barbar, bukan insensitif, bukan pula ingin membalas dendam atau menaruh dendam. Mereka adalah orang-orang yang percaya bahwa seandainya Anda mengambil kehidupan orang lain, keadilan menuntut pengambilan atas hidup Anda,” kata Howard (The Age, 9 Agustus 2003).

Di mata sejumlah anggota keluarga dan sahabat para korban Bom Bali 2002, hukuman mati bagi Amrozi Cs pun sebagai sesuatu yang pantas karena bagi mereka “mata harus dibayar dengan mata”. Danny Hanley, warga Australia yang kehilangan dua orang anak perempuannya dalam insiden di Bali itu, menegaskan sikap mereka yang pro-hukuman mati bagi Amrozi, terpidana yang suka senyum sehingga dijuluki media massa Australia sebagai “the smiling assassin” itu. “Itulah yang terpenting bagi kita. Amrozi membunuh lebih dari 200 orang, termasuk dua anak perempuan saya, Renae dan Simone. Dia hanya mendapatkan imbalannya: kematian,” kata Hanley (The Age, 8/8/2003).

Bagaimana dengan mereka yang tidak setuju dengan hukuman mati, terlebih lagi Australia sendiri sudah menghapus hukuman mati sejak disahkannya Undang Undang Penghapusan Hukuman Mati 1973. Orang terakhir yang dihukum mati di negara berpenduduk 20,2 juta jiwa itu adalah Ronald Ryan pada 1967.

Tak Menjamin
Di mata mereka yang anti-hukuman mati, hukuman semacam itu tidak menjamin akan membuat jera pelaku lain dari tindak kejahatan yang sama. Bagi Esther Mitchell misalnya, “hukuman mati justru sebuah kejahatan kemanusiaan yang tak ada bedanya dengan terorisme. Saling membunuh bukanlah jawaban!” Bahkan, seperti terekam dalam kumpulan opini surat kabar The Age Australia, ada saja orang Australia yang berpendapat bahwa seandainya Amrozi Cs diadili di Australia, sudah pasti dia tidak akan dieksekusi.
“Seandainya Amrozi diadili di Australia, kita tidak akan mengeksekusi dia. Karena kita sendiri tidak siap melumuri tangan kita dengan darahnya, adalah pengecut dan hipokrit kalau kita memuji keputusan orang lain (Indonesia). Tentu kita harus mengadilinya, tetapi melakukan pembunuhan atas pembunuhan yang dilakukannya hanya membuat kita (terlihat) barbar,” kata Jen Harrison.

Di tingkat organisasi, pengeksekusian terhadap Amrozi Cs itu juga menuai protes Amnesti International Australia. Organisasi itu mengimbau Pemerintah Indonesia untuk menghentikan persiapan eksekusi terhadap ketiga terpidana mati kasus Bom Bali 12 Oktober 2002 itu dan mengganti hukuman mereka dengan “hukuman seumur hidup”.

Selain meminta segala persiapan eksekusi terhadap ketiga terpidana dihentikan dan hukuman mati diganti dengan hukuman seumur hidup, Amnesti Internasional Australia mengimbau Pemerintah Indonesia untuk menandatangani dan meratifikasi Protokol Opsi kedua untuk Konvensi Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR) serta berkomitmen menghapus hukuman mati. Pemerintah Indonesia pun diminta membeberkan informasi tentang jumlah tahanan yang berstatus hukuman mati, tanggal eksekusi, status permohonan PK, serta informasi tentang prosedur pemberitahuan kepada para tahanan dan anggota keluarga mereka.

Akankah ada grasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono? Amnesti International Australia termasuk pihak yang meragukan hal itu. Argumentasi organisasi yang berdiri sejak 1961 dan berkantor pusat di Inggris itu adalah pemberian grasi yang akan “membebaskan” Amrozi Cs itu sulit diberikan karena menyangkut kepentingan internasional dalam upaya Indonesia menangani terorisme dan ketiga terpidana telah pun sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak akan memohon pengampunan presiden.

Eksekusi terhadap Amrozi Cs hanya masalah waktu. Bagi kelompok yang pro-hukuman mati di Australia, kematian Amrozi Cs di ujung peluru senapan regu tembak Polri itu dianggap setimpal dengan tindakan mereka yang telah menghilangkan nyawa 202 orang tak terdosa. Namun, persetujuan kelompok pro-hukuman mati di Australia itu justru menegaskan inkonsistensi mereka pada keyakinan mereka untuk menolak hukuman mati dalam sistim hukum mereka.(CMM/Dav)

Reff : itshare-smd.blogspot.com

Posted in Berita. 5 Comments »

Kabel Bawah Laut Google Menyatukan Asia Tenggara

Di bulan Februari, Google mengaku bekerja sama dengan lima perusahaan Asia untuk membangun kabel jaringan bawah laut yang menghubungkan Amerika ke Jepang dan kini, Eric Schmidt dan kawan-kawan tengah mempersiapkan satu lagi jaringan bawah laut yang akan menghubungkan Jepang ke Guam, Hong Kong, Filipina, Thailand dan Singapura. Perusahaan komunikasi TeleGeography juga menyediakan peta di bawah ini.
Proyek SJC Google

Seperti yang Anda lihat, TeleGeography menamakan proyek ini Southeast Asia Japan Cable (SJC) yang bertujuan untuk menghubungkan jaringan baru ini dengan kabel “Unity” (kabel bawah laut yang kami bahas enam bulan lalu). Google dan konsorsiumnya menargetkan untuk merampungkan Unity di tahun 2010, dan SJC satu tahun setelah itu.

Selain itu, ITWeb juga melaporkan bahwa Google berniat membangun jaringan kabel bawah laut ketiga ke Afrika Selatan, walaupun Google menekankan bahwa mereka tidak memasuki bisnis kabel bawah laut. Saat mengumumkan Unity, Google mengatakan bahwa mereka “tidak bersaing dengan penyedia jaringan telekom, akan tetapi data yang perlu kami kirim ke seluruh dunia telah mencapai titik di mana penyedia jaringan tradisional sudah tidak mencukupi lagi.” (The Register)

Dengan membangun jalur komunikasinya sendiri, Google akan mempercepat akses pengguna dari seluruh dunia ke pelayanannya. Yang mungkin belum diketahui kebanyakan orang adalah fakta bahwa walaupun kita yang berada di Indonesia secara otomatis diarahkan ke google.co.id, server untuk itu tetap saja berlokasi di Amerika Serikat dan bukan di Indonesia. Lihatlah hasil nslookup untuk google.co.id.
Hasil nslookup google.co.id

Jadi apa artinya proyek ini untuk kita? Semakin cepat Google dapat mengirimkan datanya ke kita, semakin responsif pula layanan-layanan Google yang kita pakai. Untuk layanan pencarian Google yang sangat ringan mungkin tidak akan berdampak besar, akan tetapi bayangkan bila Google memiliki pusat data lokal untuk menyajikan YouTube, GMail, Google Docs.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Google berambisi menggulingkan dominasi Microsoft di desktop dengan meluncurkan aplikasi office-nya sendiri dalam bentuk GMail (Outlook) dan Google Docs (Word, Excel, PowerPoint) yang berbasis web, dan membangun jaringan kabel bawah laut ke Asia tentunya dapat membantu ambisi Google ini. Dengan semakin meningkatnya kinerja JavaScript browser, tak lama lagi aplikasi berbasis web akan dapat beroperasi seresponsif aplikasi desktop.

Google hanya perlu memikirkan cara untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk membuka aplikasi web secara penuh — semakin cepat Google dapat mengirim data ke pengguna, semakin cepat juga aplikasi web akan mulai operasional. Saat ini dengan koneksi internet yang saya miliki, membuka Gmail membutuhkan sekitar 10 detik, masih sedikit lebih lambat dibandingkan Outlook.

Mengingat jumlah penduduk kita yang besar, bukan mustahil bila Google suatu saat memutuskanuntuk menginjak tanah Indonesia, tetapi untuk sementara kita harus puas dengan jaringan Google yang mencapai Tuas di Singapura di tahun 2011.

Reff : itshare-smd.blogspot.com

Karyawan AMD Tertangkap Mencuri Desain Chip Intel

Biswamohan Pani, mantan karyawan Intel telah dituduh mencuri rahasia perusahaan dan diam-diam bekerja untuk pesaing berat Intel dalam industri semi konduktor, AMD. Menurut penyelidikan, Pani mulai bekerja di divisi research and development Intel pada tahun 2003. Salah satu proyek Pani adalah mendesain prosesor Itanium. Pani diadili di pengadilan daerah Boston sejak akhir bulan Agustus.

Di sisi positifnya, para penyelidik mengatakan bahwa mereka percaya AMD tidak terlibat dalam kasus ini. Agen FBI Timothy Russel mengatakan bahwa ’saat ini belum ada bukti bahwa AMD tahu Pani telah mengunduh file Intel, mendorong Pani untuk melakukan hal itu atau bahkan menerima file tersebut. Tampaknya Pani mencuri rahasia perusahaan Intel untuk menguntungkan dirinya sendiri yang bekerja di AMD tanpa sepengetahuan AMD.’

Juru bicara AMD Michael Silverman mengatakan kepada Computerworld bahwa mereka bekerja sama penuh dengan yang berwajib dalam penyelidikan kasus dan AMD sudah tidak lagi memperkerjakan Pani.

Juru bicara Intel Claudine Mangano mengatakan bahwa Intel tidak dapat berkomentar terhadap investigasi yang tengah berlangsung, menambahkan bahwa ’saat menyadari adanya kasus yang melibatkan individu tersebut, Intel meminta departemen keadilan dan FBI untuk melakukan penyelidikan.’

Pani berhenti dari Intel di akhir bulan Mei, mengatakan bahwa ia akan mulai bekerja untuk sebuah institusi finansial dan mengambil sisa cutinya yang berakhir pada tanggal 11 Juni. Pani mulai bekerja untuk AMD pada tanggal 2 Juni pada masa cuti di mana ia masih dipekerjakan oleh Intel.

Di antara tanggal 8 dan 10 Juni, saat masih bekerja untuk kedua produsen chip, Pani mengakses secara remote dan mengunduh 13 dokumen top secret dari sebuah sistem terenkripsi di Intel. Beberapa dokumen yang diunduh berisi desain beberapa chip terbaru Intel. FBI yang menggeledah rumahnya pada tanggal 1 Juli menemukan delapan dokumen milik Intel yang berjumlah lebih dari 100 halaman dan 19 gambar CAD, semuanya diklasifikasikan sebagai dokumen confidential, secret atau top secret.

Russel mengatakan bahwa ‘kerahasiaan desain dan metode produksi untuk produk masa depannya sangat penting untuk kesuksesan Intel. Pesaing Intel dapat mengambil keuntungan besar dari rahasia ini karena mengetahui kapabilitas produk masa depan saingan dan bahkan menggunakan metode dan desain rahasia Intel untuk mereka sendiri tanpa perlu mengeluarkan biaya riset yang dikeluarkan Intel.’

Saat diinterogasi, Pani mengaku mengunduh file tersebut akan tetapi mengatakan bahwa informasi tersebut diperlukan untuk membantu istrinya yang juga bekerja untuk Intel. Interogasi FBI sendiri mengatakan bahwa istri Pani saat itu mengerjakan sebuah proyek di Intel yang tidak berkaitan dengan dokumen yang diunduh.

Intel menyadari masalah ini saat seorang karyawan lain mendegar desas-desus bahwa Pani bekerja di AMD saat masih dipekerjakan Intel. Karyawan itu kemudian memeriksa laporan yang memperlihatkan riwayat akses dan unduhan Pani di sistem terenkripsi tersebut.(PC World)

Reff :itshare-smd.blogspot.com

Google Akan Membuat Data Center Apung

Hak paten yang diminta Google dua tahun lalu tetapi baru dipublikasikan belakangan ini menjadi sorotan industri komputer karena sangat menarik. Dalam pengajuan paten berjudul ‘Water Based Data Center’ ini Google memaparkan idenya untuk membangun sebuah data center di tengah laut, lengkap dengan pembangkit listrik tenaga air yang mengubah ombak menjadi listrik.

Data center tengah laut ini akan menggunakan salah satu sumber daya alam yang tak terbatas, air untuk mengoperasikan sekaligus mendinginkan komputer-komputer miliknya. Selain tidak perlu membayar biaya listrik, lokasi data center Google di tengah laut juga berarti Google tidak perlu membayar pajak tanah maupun pajak lainnya apabila ditempatkan di luar perairan bebas. Di bawah ini adalah gambar yang diambil dari pengjuan hak paten Google.

Gambar Data Center Apung Google

Dalam pengajuan hak paten yang dilihat The Times, Google menulis bahwa mereka ingin membangun ‘pusat komputasi di atas sebuah atau beberapa buah kapal yang terapung di atas air di mana gerakan air secara alamiah dapat diubah menjadi listrik dan/atau digunakan oleh pipa-pipa pendingin untuk melawan panas.’

Jumlah data center yang semakin membengkak dalam beberapa tahun terakhir ini untuk mengantarkan informasi dari situs-situs populer. Banyak perusahaan besar berusaha untuk mencari ide radikal untuk mengurangi biaya operasional seperti Microsoft yang memilih lokasi berbiaya listrik murah atau Intel yang ingin membangun data center portabel.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Microsoft telah mempertimbangkan rencana pembangunan data center di Siberia yang beriklim dingin, sedangkan Sun Microsystems berniat membangun sebuah data center di tambang batu bara yang sudah tua, menggunakan air tanah sebagai pendingin. Sun mengatakan bahwa mereka dapat menghemat biaya sebesar $9 juta per tahun dan hanya menggunakan 50% dari daya listrik yang dibutuhkan apabila membangun data center di atas permukaan air.

Para ahli teknologi mengatakan bahwa ide Google, walaupun tidak dapat diduga sebelumnya, sangat pintar. Rich Miller, penulis blog datacenterknowledge.com mengatakan bahwa solusi ini ’sangat inovatif, dengan pemikiran out of the box.’

Google menolak memberitahukan apakah dan kapan ide ini akan rampung. Google mengatakan bahwa mereka ‘mengajukan permintaan paten berdasarkan berbagai ide. Sebagian ide di kemudian hari berubah menjadi produk, layanan atau infrastruktur yang matang, sebagian lagi tidak.’

reff : itshare-smd.blogspot.com